Halaman

Kamis, 14 Juni 2012

Memasang / Install Partisi Swap di Ubuntu Linux

Tulisan ini menjelaskan secara sederhana bagaimana memasang atau menginstal partisi swap pada Ubuntu atau Debian Linux dan distro turunannya seperti CrunchBang, Mint, BackBox, BackTrack, dan lain sebagainya yang sebelumnya belum memiliki partisi swap tersendiri.

Swap / Paging / Virtual Memory
Swap merupakan salah satu jenis memori virtual yang tugas utamanya membantu atau mem-backup RAM jika kapasitas alokasi free memory pada RAM kurang mencukupi untuk menyimpan data program saat diproses oleh CPU. Artinya swap akan difungsikan sebagai memori cadangan jika alokasi free memory pada RAM hampir habis atau tidak mencukupi dalam memenuhi kebutuhan alokasi memori suatu program saat dijalankan. Swap sendiri sebenarnya adalah ruang kosong (free space) pada harddisk yang dialihfungsikan sebagai memori cadangan. Swap bisa juga digunakan untuk menyimpan data pada saat proses hibernate.

Pemasangan / Instalasi Swap Setelah Ubuntu Linux Diinstal
Pertama, Anda harus sudah membuat suatu partisi kosong dahulu yang digunakan sebagai partisi swap. Anda bisa gunakan program GParted untuk keperluan ini. Kemudian dari program GParted ini, set file system partisi kosong tersebut menjadi Linux-swap. Tekan tombol Apply untuk memprosesnya. Catatlah penomoran partisi swap tersebut, misalnya /dev/sda3. Tentu sesuaikan penomoran tersebut sesuai data pada harddisk Anda yang dapat diketahui pada program GParted ini atau dengan mengetikan perintah lewat terminal:
sudo fdisk -l
Setelah mendapatkan penomoran partisi swap, ketikan perintah berikut untuk mendapatkan nomor Universally Unique IDentifier (UUID). Misalnya saja nomor partisinya /dev/sda3, maka perintahnya:
sudo blkid /dev/sda3
Setelah nomor UUID diketahui, ketik perintah berikut untuk memasang partisi swap tersebut agar diaktifkan sebagai partisi swap oleh sistem operasi.
sudo swapon -U nomor-UUID
Gantilah nomor-UUID dengan nomor UUID partisi swap Anda.

Agar partisi swap tersebut dikenali dan diaktifkan setiap kali komputer dinyalakan, maka partisi swap tersebut perlu dituliskan konfigurasinya pada file fstab. Caranya adalah buka file tersebut dengan aplikasi teks editor favorit Anda. Misalnya pakai aplikasi Gedit:
sudo gedit /etc/fstab
Setelah terbuka filenya, ketikan data berikut:
UUID=nomor-UUID  none  swap  sw  0  0
Gantilah nomor-UUID dengan nomor UUID partisi swap Anda kemudian simpan perubahannya.

Rangkuman Langkah
  1. Buat partisi kosong menggunakan program GParted dan set sebagai Linux-swap
  2. Tentukan nomor UUID partisi swap tersebut memakai perintah blkid
  3. Pasang partisi swap tersebut menggunakan perintah swapon
  4. Tambahkan data konfigurasinya di dalam file fstab
Semoga bermanfaat :D

1 komentar: