Halaman

Rabu, 13 Juni 2012

Memasang Partisi Hardisk di Sistem Linux (CrunchBang)

Pada beberapa distro Linux, kadang ada distro yang tidak memasang (mount) partisi selain root (/) secara otomatis, misalnya partisi NTFS atau FAT32 dari sistem operasi Windows. Sehingga dari file manager pada suatu distro tersebut tidak akan mendeteksi partisi-partisi lainnya. Saya alami ini saat mencoba distro CrunchBang 10 (#!).

CrunchBang (#!)

CrunchBang 10 (statler)
Kali ini saya fokuskan pada distro CrunchBang 10 (statler) namun bisa juga langkah-langkah yang akan saya sebutkan ini untuk distro Linux yang lain. CrunchBang 10 (statler) berasal turunan dari Debian Squeeze yang memakai window manager (WM) Openbox dan file manager Thunar.

Langkah Pemasangan Partisi (Mounting)
  1. Tentukan dulu UUID dari partisi yang akan dipasang.
    Pada terminal, ketik perintah berikut:
    sudo blkid
    
    Misalnya dari perintah di atas akan menampilkan informasi partisi hardisk:
    
    /dev/sda3: LABEL="Film" UUID="6BC48C33A48C0494" TYPE="ntfs"
    
    Nah saya ambil data pada UUID-nya: 6BC48C33A48C0494. Perhatikan juga data-data yang lain pada informasi di atas karena kita akan memakai data tersebut saat proses konfigurasi file fstab dan proses mounting

  2. Mengubah data konfigurasi pada file fstab.
    sudo geany /etc/fstab
    
    Saya menggunakan program teks editor geany yang merupakan teks editor bawaan CrunchBang 10. Anda dapat ganti program geany dengan program teks editor favorit Anda, misal gEdit atau nano. Setelah file fstab terbuka, saya menambahkan baris berikut:
    
    #Entry for /dev/sda3 :
    UUID=6BC48C33A48C0494  /media/Film  ntfs  defaults,nls=utf8,umask=0222  0  0
    
    Pastikan tidak ada spasi antar tanda sama dengan (=) atau koma (,). Spasi pada file fstab dipakai untuk menandai pergantian data atribut dari konfigurasi fstab. Atribut dari fstab secara berurutan adalah:
    
    <file system>  <mount point>  <type>  <options>  <dump>  <pass>
    
    Setelah itu simpanlah hasil editan konfigurasi tersebut (Ctrl+S).

  3. Membuat folder partisi di dalam folder media.
    Kita perlu membuat folder tertentu yang disebutkan pada konfigurasi fstab yang baru saja dibuat. Misalnya pada contoh konfigurasi di atas disebutkan folder Film. Untuk itu buatlah folder dengan nama Film di dalam folder media. Folder Film ini nantinya akan menjadi folder bagi partisi Film. Buatlah folder Film dengan perintah:
    sudo mkdir /media/Film
    
    Ingat, pemberian nama folder atau file pada sistem Linux adalah case-sensitive artinya membedakan huruf besar dan kecil sehingga nama folder Film dengan film adalah dua folder yang berbeda.

  4. Terakhir lakukan mount pada partisinya.
    Pada terminal, ketik perintah berikut:
    sudo mount /dev/sda3 /media/Film
    
    Sesuaikanlah nomor sda-nya dengan sda pada partisi hardisk Anda yang ingin di-mount. Jika hardisknya ada dua, maka hardisk kedua adalah sdb. Untuk melihat penomoran sda dan sdb, bisa memakai perintah blkid atau fdisk.
Jika langkah di atas telah dilakukan dengan benar, maka Anda bisa mengakses partisi yang baru dikonfigurasi di dalam folder media. Bila perlu tambahkan beberapa partisi lain dengan cara yang sama seperti di atas.

Partisi yang Anda buat dengan cara di atas akan otomatis di-mount oleh sistem operasi saat booting.

TIPS: Di dalam file manager Thunar pada distro CrunchBang 10, Anda bisa membuat shortcut ke partisi yang Anda buat. Caranya klik kanan pada folder partisi, pilih menu Send To kemudian pilih submenu Side Pane (Create Shortcut)

TIPS: Selain cara di atas, Anda bisa juga mengatur mount partisi dengan program disk-manager


2 komentar:

  1. Jadi tidak tetap tidak dapat dimounting di File Managernya ya bung? :o

    BalasHapus
  2. (maksudnya muncul bersama dengan disk lainnya di File Manager)

    BalasHapus