Laman

Senin, 27 Agustus 2012

Cara Instal LAMP Stack Linux

Artikel ini berisikan penjelasan ringkas mengenai langkah-langkah mudah instalasi LAMP Stack di sistem operasi Linux. Jika Anda menginginkan versi XAMPP, Anda dapat membacanya di artikel Instal XAMPP di Linux 64-bit

LAMP Stack merupakan kumpulan program untuk pengembangan atau pembuatan website yang berjalan pada sistem operasi Linux. Komponen utama LAMP Stack adalah web server Apache, RDBMS MySQL, dan PHP interpreter. Selain LAMP Stack, Anda bisa juga dapat menggunakan XAMPP untuk keperluan yang sama.

Langkah-Langkah Instalasi LAMP Stack di Sistem Operasi Linux:

  1. Instal Paket Aplikasi Tasksel
    Proses instalasi LAMP Stack akan menjadi mudah jika Anda menginstalnya melalui aplikasi tasksel. Aplikasi tasksel sendiri merupakan antarmuka yang memudahkan Anda menginstal beberapa paket program (bundle) dalam bentuk pilihan menu. Paket program yang ditawarkan oleh tasksel antara lain:
    - DNS Server
    - LAMP Server
    - Kubuntu Desktop
    - Ubuntu LXDE Desktop
    - Openstack
    - OpenSSH Server
    - dan lain-lain

    Untuk menginstal aplikasi tasksel, ketik perintah berikut:
    sudo apt-get install tasksel
    
    Jika tasksel telah terinstal, jalankan dengan perintah:
    sudo tasksel
    
    Kemudian pilihlah LAMP server seperti yang terlihat pada gambar berikut:


    Pilih LAMP Server pada Aplikasi Tasksel


    Pada saat proses instalasi, Anda akan diminta memasukan password untuk keperluan login ke database server MySQL. Password tersebut nantinya digunakan untuk mengakses aplikasi RDBMS MySQL baik melalui terminal (console), script untuk keperluan koneksi ke database server MySQL melalui kode PHP, dan aplikasi phpMyAdmin. Pada umumnya bisa dikosongi passwordnya, namun untuk alasan keamanan, sebaiknya diberi password untuk mengakses aplikasi RDBMS MySQL.

  2. Pengaturan FQDN (Fully Qualified Domain Name)
    Pengaturan ini berfungsi agar Anda bisa memakai localhost sebagai server name yang menjadi pengganti alamat 127.0.0.1
    Untuk memakai server name localhost ketik perintah berikut:
    sudo nano /etc/apache2/conf.d/fqdn
    
    Setelah jendela aplikasi nano terbuka, ketik data berikut:
    ServerName localhost
    
    Kemudian simpan dengan menekan tombol Ctrl + O. Perintah di atas membuat file fqdn yang berisi data nama server yang diletakan di dalam folder /etc/apache2/conf.d/

  3. Membuat folder htdocs di folder user
    Folder htdocs berguna sebagai folder untuk virtual host bagi aplikasi web Anda. Folder htdocs ini diletakan di dalam folder home/user (user adalah nama user account Linux Anda). Anda perlu melakukan langkah ini agar Anda tidak perlu mengakses folder /var/www yang memerlukan akses superuser. Keuntungan lainnya adalah tiap user dapat membuat folder websitenya sendiri tanpa tercampur dengan folder websitenya user lainnya dan tanpa perlu mengakses folder yang sebenarnya hanya superuser saja yang boleh mengaksesnya (/var), alasannya untuk keamanan sistem operasi.

    Untuk membuat folder htdocs di dalam folder /home/user/, cukup pakai perintah berikut:
    cd ~
    mkdir htdocs
    
    Langkah di atas belum cukup untuk membuat virtual host pada web server Apache. Langkah berikutnya menjelaskan mengenai hal ini.

  4. Membuat dan Mengatur Virtual Host
    Anda tidak perlu membuat project website di dalam folder /var/www/ yang memerlukan hak akses root (superuser). Anda bisa memanfaatkan fasilitas virtual host yang ditawarkan web server Apache.

    Pertama, Anda salin dahulu file konfigurasi virtual host-nya dengan mengetikan perintah berikut:
    sudo cp /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/websiteku
    
    Selanjutnya buka file websiteku (tentu Anda bisa pakai nama yang lain) yang baru Anda buat dengan mengetikan perintah berikut:
    sudo nano /etc/apache2/sites-available/websiteku
    
    Nah setelah file websiteku terbuka dengan teks editor nano (bisa pakai teks editor lain favorit Anda), ubah beberapa data berikut:
    <VirtualHost *:80>
      ServerAdmin webmaster@localhost
    
      DocumentRoot /home/hw/htdocs/
      <Directory />
        Options FollowSymLinks
        AllowOverride None
      </Directory>
      <Directory /home/hw/htdocs/>
        Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
        AllowOverride None
        Order allow,deny
        allow from all
      </Directory>
      .......
      .......
    </VirtualHost>
    
    Ubahlah data alamat /var/www/ menjadi /home/user/htdocs/
    Folder user disesuaikan dengan nama user account Anda, di sini saya memakai user account hw. Pastikan data yang Anda masukan benar termasuk tanda slash-forward (/) diakhir alamat folder. Setelah selesai, simpan perubahannya dengan menekan tombol Ctrl + O.

  5. Mengaktifkan dan Mendaftarkan Virtual Host
    Apakah langkah di atas sudah cukup untuk membuat virtual host? Belum, Anda perlu mengaktifkan atau mendaftarkan virtual host yang Anda buat. Caranya ketik perintah berikut:
    sudo a2dissite default
    sudo a2ensite websiteku
    
    Langkah di atas berfungsi menonaktifkan konfigurasi virtual host pada file default dan mengaktifkan konfigurasi virtual host pada file websiteku

  6. Restart dan Test Web Server Apache
    Sekarang saatnya Anda me-restart web server Apache-nya yakni dengan mengetikkan perintah berikut:
    sudo /etc/init.d/apache2 restart
    
    Selanjutnya dari browser, ketikkan alamat web berikut: http://localhost

    Jika Anda melihat tulisan It Works! pada halaman web browser, berarti instalasi web server Apache telah berjalan dengan baik.

    Sekarang untuk mencoba script PHP, Anda bisa membuat file index.php di dalam folder /home/user/htdocs, kemudian Anda bisa tuliskan script PHP di dalam file tersebut, misalnya:
    <?php
      $host = 'localhost';
      $user = 'root';
      $pass = 'password';
      
      if (mysql_connect($host, $user, $pass))
        echo "<h1>Koneksi MySQL Sukses</h1>";
      else
        die("Koneksi MySQL Gagal: " . mysql_error());
      echo "<p>.</p>";
      phpinfo();
    ?>
    

    Hasil dari kode PHP di atas berfungsi mengetes apakah PHP interpreter dan database server MySQL bekerja. Jika PHP dan MySQL-nya berjalan dengan baik, maka kurang lebih kode di atas akan menghasilkan keluaran seperti gambar berikut:


    LAMP Stack berhasil diinstal


  7. Install phpMyAdmin (Optional)
    Jika perlu, Anda bisa menginstal phpMyAdmin yang akan memudahkan pembuatan database melalui browser. Untuk menginstalnya cukup ketikan perintah berikut:
    sudo apt-get install phpmyadmin
    
    phpMyAdmin ini dapat diakses melalui alamat web: http://localhost/phpmyadmin


    Aplikasi phpMyAdmin

Semoga artikel ini membantu Anda yang akan mulai belajar PHP dan MySQL melalui web server Apache dan sistem operasi Linux.

© 2012 husnanlabs.blogspot.com

1 komentar:

  1. mas kenapa ya service mysql saya gk bisa running di ubuntu
    $sudo service mysql start
    muncul keterangan start : job failet to start

    BalasHapus